Inilah Manfaat dari Berbagai Jenis Olahraga Bagi Penderita Penyakit Jantung Koroner

Salam buat anda pembaca yang baik, semoga anda tetap dalam keadaan sehat wal afiyat, Amin… Baiklah sebelum masuk ke pembahasan mengenai “Olahraga yang baik bagi penderita penyakit jantung koroner”, ada baiknya jika anda mengetahui hal yang satu ini.

Apa itu??

“Apakah orang yang menderita penyakit jantung koroner boleh berolahraga?”

Nah, pertanyaan yang satu ini bisa saja membuat anda mengurungkan niat anda untuk berolahraga. Padahal, olahraga bagi penderita penyakit jantung koroner sangat sangat dianjurkan.


Olahraga memiliki manfaat besar bagi penderita penyakit jantung
Perkembangan jaman di era globalisasi ini ternyata membawa perubahan pada gaya hidup yang besar. Jika anda melihat di negara-negara maju pada khususnya, terdapat perubahan yang signifikan dari gaya hidup mereka yang aktif menuju ke gaya hidup yang pasif, atau lebih dikenal dengan sebutan sedentary life style. Sayangnya, perubahan gaya hidup ini diikuti dengan peningkatan angka kejadian penyakit degeneratif terutama penyakit jantung koroner (penyakit jantung yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah jantung).

Oleh karena itu, pentinglah bagi masyarakat dan seyogyanya untuk mulai menyadari dampak dari perubahan gaya hidup tersebut bagi kesehatan mereka. Terkhusus di Indonesia yang sudah mulai terbawa arus perubahan gaya hidup tersebut.

Dengan rutin melakukan latihan fisik atau olah raga dapat menjadi salah satu solusi penting dalam mencegah dan meringankan penyakit tersebut. Akan tetapi banyak orang yang sudah memiliki penyakit jantung koroner dan bertanya-tanya mengenai bahaya olah raga pada diri mereka.  Seperti yang kami tadi katakan. Olahraga justru sangat disarankan bagi mereka yang terkena penyakit jantung koroner ini.
Inilah fakta penyakit jantung

Perhatikan data tersebut!!! Itulah faktanya, penyakit jantung adalah penyebab kematian number one alias nomor satu dunia. Bagaimana??

Makanya itu pentung bagi anda pemirsa untuk selalu menjaga kesehatan jantung anda, yah salah satunya denga rutin berolah raga. Baca artikel ini dengan baik dan praktikkan, semoga bermanfaat!!

Pentingnya berolahraga
Banyak manfaat yang bisa anda peroleh dengan berolahraga. Pada dasarnya, orang-orang yang melakukan olah raga secara rutin dapat meringankan  beberapa faktor risiko dari penyakit jantung koroner, seperti tekanan darah tinggi atau hipertensi, penyakit gula atau diabetes mellitus, berat badan berlebih atau obesitas, dan lemak darah yang berlebih atau dislipidemia akan mengalami perbaikan dan demikian menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

Terserang penyakit jantung bukan berarti anda tidak boleh olahraga sama sekali. Olahraga tetap harus anda lakukan agar memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Namun, bagi anda yang terkena penyakit jantung tidak disarankan untuk memilih olahraga yang terlalu berat.

Agar anda tetap dapat berolahraga tanpa membahayakan jantung anda, yang terpenting ialah anda harus selalu memantau denyut jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Ismoyo Sunu mengungkapkan, bahwa untuk mengetahui denyut jantung yang aman saat berolahraga, rumusnya adalah 220 dikurangi usia pasien. CATAT!!!

Misalnya saja, usia anda 40 tahun. Maka 220 dikurangi 40 hasilnya adalah 180. Kemudian 80 persen dari 180 adalah 144 atau artinya denyut nadi maksimal 144 kali per menit.

Jadi saat anda berolahraga sebaiknya anda menggunakan alat monitor denyut jantung. Bisa juga dengan mengecek nadi di pergelangan tangan sebelum dan setelah olahraga.

Olahraga bisa dilakukan rutin selama 30 menit dalam 3-5 kali seminggu. Tentunya, semua disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Penurunan faktor resiko penyakit jantung koroner
Faktanya, olahraga ini terbukti dapat menurunkan angka kejadian hipertensi sebagai faktor risiko utama penyakit jantung koroner. Dari penelitian yang dilakukan,  diketahui bahwa tekanan darah khususnya tekanan diastolik (tekanan bawah, misalnya tekanan darah 160/100 mmHg, maka tekanan diastolik adalah 100 mmHg) dan pembesaran jantung yang umum terlihat pada penderita tekanan darah tinggi yang kronis, mengalami perbaikan yang nyata setelah melakukan olahraga teratur dan rutin selama sekurangnya 16 minggu. Begitupula olahraga yang dapat memperbaiki kondisi penderita penyakit gula dengan membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang berperan dalam proses metabolisme gula dalam jaringan, menjadikan kadar gula dalam darah dapat dikendalikan ke dalam batas normal.

Manfaat lain dari olahraga nih pemirsa, ternyata juga mampu membantu seseorang untuk memperbaiki berat badan seseorang yang berlebihan. Dan juga memperbaiki kadar lemak dalam darah seseorang dengan berperan dalam penurunan kadar kolesterol jahat dalam tubuh atau dikenal dengan LDL dan meningkatkan kadar kolesterol baik atau dikenal dengan HDL.

Terdapat pula suatu fenomena yang dimana seseorang rutin berolahraga menunjukkan detak jantung yang lebih pelan dibandingkan dengan orang yang tidak pernah atau jarang berolah raga. Fenomena tersebut disebabkan dari pengaturan sistem saraf autonom yang terdiri dari saraf simpatis dan saraf parasimpatis. Saraf simpatis menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah mengecil, sedang saraf parasimpatis menyebabkan penurunan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah.

Olehnya itu, pada orang yang rutin dan teratur berolahragadapat menjadikan saraf parasimpatisnya menjadi lebih dominan dibandingkan dengan saraf simpatis. Hal ini membawa keuntungan pada organ jantung yang berdampak pada penurunan risiko kekurangan oksigen pada otot jantung.

Jelaslah, berolahraga tentu memiliki banyak manfaat bagi penderita  penyakit jantung koroner.

1. Menurunkan angka kematian secara umum dan angka serangan jantung ulang secara bermakna.

2. Mengurangi proses peradangan yang menjadi penyebab dasar kerusakan lapisan pelindung pembuluh koroner (endotel) sehingga progresivitas penyakit jantung koroner dapat ditahan.  Dengan membaiknya endotel, pembuluh menjadi lebih elastis dan kapasitas pelebarannya membaik.

3. Menghambat penumpukan plak aterosklerosis dalam pembuluh koroner, bahkan dalam derajat tertentu dikatakan dapat mengikis plak tersebut.

Itulah fakta singkat mengenai manfaat olahraga. Asalkan pemirsa jangan sampai melewati batas dan berlebih- lebihan ketika olahraga. Agama sendiri melarang umatnya untuk berlebih- lebihan.

Nah, selain itu inilah garis besar manfaat olahraga bagi penderita penyakit jantung koroner:

Manfaat olahraga:
Tidak semua perawatan medis memerlukan seorang dokter. Sangat banyak persoalan jantung dan pembuluh darah yang berkembang dengan pesat tanpa peringatan dan dengan segera akan mengancam hidup anda bila pertolongan tidak dilakukan dengan seketika pada saat kejadian.

Faktanya, sejumlah studi menunjukkan bahwa olahraga dengan teratur dapat mengurangi dan menurungkan risiko terjadinya penyakt arteri alias jantung. Lagipula olahraga mengurangi beberapa faktor risiko terhadap penyakit jantung koroner dan stroke, termasuk hipertensi, kolesterol, darah tinggi, diabetes mellitus dan kegemukan. Olahraga juga mempunyai efek positif terhadap stress mental. Itulah olahraga…

Ini masih pembhasan ilmiahnya, olahraga dengan teratur bisa juga mengubah faktor-faktor protektif kardiovaskuler, Misalnya peredaran darah jantung yang membaik dan meningkatkan kadar kolesterol HDL.

Berikut manfaat olahraga bagi penderita penyakit jantung koroner yang wajib anda lakukan jikalau menderi penyakit ini.

1. Menurunkan angka kematian dan serangan jantung lanjutan.

2. Keluhan semakin berkurang atau menghilang
Rasa nyeri terutama pada bagian dada merupakan salah satu ciri dari penyakit jantung koroner. Nah, dengan olahraga secara teratur rutin dan maksimal akan dicapai hasil yang bermanfaat bagi kesehatan jantung seperti berkurangnya rasa nyeri, berat atau rasa tak enak di dada.

3. Merangsang pembentukan pintasan-pintasan pembuluh darah ekstra dari cabang-cabang yang masih sehat lewat proses angiogenesis. 
Walaupun pembuluh darah baru ini tidak sebaik aslinya, setidaknya dapat membantu memberikan sedikit nutrisi dan biasanya keluhan angina (nyeri dada khas jantung) juga akan berkurang.

4. Kerja jantung menjadi lebih efisien
Dengan berolahraga, jantung akan menjadi lebih terlatih, dan mampu melakukan pekerjaan dengan tenaga yang sedikit, serta jantung tidak cepat letih sehingga awet dan tahan lama.

5. Mengurangi proses peradangan yang menjadi penyebab utama kerusakan lapisan pelindung pembuluh koroner (endotel) sehingga kerusakan jantung bisa dihentikan.

6. Kemampuan tubuh atau kesegaran jasmani akan meningkat
Salah satu efek latihan yang akan anda rasakan adalah bertambahnya tingkat kesegaran jasmani. Peningkatan kesegaran jasmani ini secara menyeluruh akan menimbulkan rasa segar dan gairah kembali, serta tidak mudah lelah, bahkan tidur akan semakin mudah. Kesehatan umum akan meningkat karena daya tahan tubuh semakin teruji dan tidak mudah terserang penyebab sakit jantung.

7. Kemampuan seksual terjaga
Dengan olahraga secara teratur, fungsi organ tubuh menjadi semakin baik, termasuk alat reproduksi. Jadinya, kemampuan seksual anda akan tetap terjaga dan tahan bahkan pada sebagian orang semakin meningkat.Wawwww….

8. Ketenangan jiwa semakin mantap
Manfaat lain olahraga bagi penderita penyakit jantung koroner ialah kesehatan fisik yang secara keseluruhan menjadi lebih baik dan meningkat. Hal ini dikarenakan  olahraga yang teratur akan meningkatkan daya tahan kejiwaan juga, sehingga tidak mudah digoncangkan oleh berbagai stress. Sistem syaraf akan lebih mampu menerima beban dan tidak cepat reaktif.

9. Menghambat penumpukan plak aterosklerosis dalam pembuluh koroner, bahkan dalam derajat tertentu dikatakan dapat mengikis plak tersebut.

10. Kadar lemak di dalam darah akan menurun
Dengan olahraga yang teratur dan cukup lama di atas setengah jam akan mampu merombak lemak yang berbahaya atau kelebihan lemak dari badan, penimbunan lemak di dinding pembuluh darah dapat dihindarkan.

11. Pembuluh darah jantung atau arteri koroner menjadi lebih lebar
Pada orang yang rutin melakukan olahraga, pembuluh darah atau arteri koronernya  akan menjadi lebih lebar atau besar dibandingkan dengan yang tidak terlatih. Di samping itu, akan timbul kolateral atau pembuluh darah baru bila sudah terjadi penyempitan atau penyumbatan.

12. Mencegah timbulnya pengumpalan darah
Olahraga yang anda lakukan secara teratur akan membuat  aliran darah anda menjadi lebih banyak dan lebih cepat, sehingga darah tidak punya kesempatan untuk menggumpal. Penggumpalan darah dapat menyumbat pembuluh darah di jantung maupun di otak.

13. Enzim bekerja lebih efisien
Manfaat lain dari berolahraga adalah untuk proses metabolism tubuh. Tubuh memerlukan kerja enzim sebagai katalisator atau pembantu dalam proses bekerjanya suatu sistem. Dengan olahraga yang teratur kerja enzim menjadi lebih efisien.

14. Pembuluh darah setelah operasi atau setelah pelebaran dengan balon tetap terbuka
Olahraga sangatlah bermanfaat bagi penderita sakit jantung yang pembuluh darahnya diganti dan meneruskan olahraga segera setelah pembedahan mampu menjaga lubang pembuluh darah baru tetap terbuka atau tetap paten. Sebagaimana diketahui salah satu kerugian yang timbul setelah pemasangan pembuluh darah baru (bypass) ialah terjadi penyempitan atau penutupan lubang pembuluh darah yang baru di by-pass. Olahraga yang teratur dapat mencegah terjadinya proses tersebut.

Dari uraian tersebut dapat anda rasakan manfaat olehraga jika anda rutin melakukannya. Selain itu olahraga atau latihan juga meningkatkan kebugaran dan kesehatan fisik dan mental baik bagi orang yang sehat, maupun lebih-lebih bagi mereka yang telah ada tanda-tanda penyakit jantung dan pembuluh darah. Tapi satu hal yang paling penting, JANGAN BERLEBIHAN, olahrgalah secukupnya. Setelah itu, istirahatlah!!

Jenis Latihan yang bisa anda lakukan
Selanjutnya, ada beberapa jenis olahraga alias latihan ringan yang bisa anda lakukan untuk memperoleh banyak manfaat di atas. Apa saja?

#1. Jalan santai dapat anda lakukan di pagi dan sore hari. Latihan ini tergolong aman dan ringan untuk penderita penyakit jantung memiliki banyak benefits (manfaat). Di samping itu,kerja  jantung juga tidak akan lelah karena ini termasuk latihan ringan. Dengan olahraga yang ringan ini anda akan terlatih melakukan kegiatan dengan tenaga yang sedikit.

#2. Meditasi atau yoga yang masuk dalam jenis olahraga yang ringan. Yoga memiliki banyak  manfaat bagi penderita penyakit jantung karena menurunkan tekanan darah tinggi dan otot menjadi lebih lentur. Yoga memfokuskan pada penyaturan pernafasan anda sehingga membuat anda lebih rileks dan sangat santai.

#3. Senam aerobik bisa juga anda lakukan, dikarenakan latihan ini termasuk aman.

#4. Berlatih renang yang dapat memacu denyut jantung anda . Sebenarnya renang ini bisa menjauhkan anda dari penyebab sakit jantung. Denyut jantung anda akan meningkat dikarenakan adanya resistensi multi arah dari air yang ada dikolam renang. Namun benar, olahraga ini termasuk sedikit tidak aman, jangan sampai tenggelam!!

Pada umumnya olahraga dapat dibedakan menjadi latihan ketahanan, seperti jalan, lari, atau bersepeda. Dan latihan beban, seperti angkat berat. Keduanya diketahui memiliki dampak yang positif pada kesehatan jantung. Namun latihan ketahanan fisik lebih baik karena memiliki kemampuan untuk meningkatkan ketahanan fisik  seseorang. Fakta ini berhubungan pula dengan pembagian lain dari jenis olah raga yang diajukan para ahli jantung di Amerika Serikat. Mereka membagi olahraga tersebut menjadi 3 bagian berdasar pada durasi dan intensitas seseorang ketika berolahraga, yakni olahraga ringan, sedang dan berat.

Tabel 1. Tabel jenis olahraga berdasarkan intensitas


Sederhana pemirsa, ketiga jenis olahraga ini dapat dijelaskan:

a. Pada olahraga ringan, anda  hanya berolahraga pada saat waktu luang setiap minggunya. Diperkirakan jumlah kalori yang keluar pada jenis latihan ini hanyalah berkisar 500 kalori per minggu.

b. Pada olahraga sedang atau moderat, anda setidaknya olahraga lebih dari 3 hari dalam seminggu,  dengan catatan… lama olahraga perhari rata-rata 30 menit. Kalori yang dikeluarkan berkisar 1000-2000 kalori per minggu.

c. Terakhir, olahraga berat yakni olahraga yang lebih lama dan lebih berat dari olah raga sedang tentunya pemirsa yang budiman. Kalori yang dikeluar diperkirakan mencapai 2000-2500 kalori per minggu.

Aturan ketika berolahragaBanyak lembaga internasional yang menyarankan setiap orang dewasa untuk berolahraga selama 30 menit dengan durasi dan intensitas olahraga sedang. Penghitungan kalori pada saat berolahraga sekarang menjadi lebih mudah untuk anda ukur melihat berbagai perangkat teknologi canggih yang mampu mengukur jumlah kalori yang dikeluarkan saat berolahraga.

Tabel kalori beberapa olahraga


Berdasarkan saran yang dikeluarkan dari beberapa lembaga internasional, olahraga itu tidak harus anda lakukan pada satu waktu yang lama (rekomendasi 30 menit). Akan tetapi untuk mendapatkan jumlah kalori yang sama olahraga dapat pula anda lakukan dengan frekuensi beberapa kali dalam sehari dengan interval waktu yang lebih pendek. Namun yang terpenting ialaha orang tersebut dapat mencapai waktu 30 menit (kumulatif) setiap harinya dan tidak berlebihan.

Perlu anda ketahui bahwa penghentian olahraga dalam jangka waktu 3 minggu dapat mengurangi manfaat dari olahraga rutin yang telah anda laksanakan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh penurunan volume dan daya pompa jantung sebagai akibat dari hilangnya efek pengisian jantung yang lebih besar pada saat olahraga. Olehnya itu, perlu anda perhatikan bahwa olahraga harus anda lakukan secara rutin dan teratur, serta tidak putus selagi kondisi tubuh masih memungkinkan untuk berolahraga.

Waktu untuk latihan
Disarankan untuk anda ketika melakuan olahraga apapun sebaiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu selama 5-10 menit agar otot anda tidak kaget dan untuk mengurangi penyebab sakit jantung. Selain itu pemanasan berfungsi untuk membuat tubuh anda lebih terbiasa nantinya.  Selain itu, gunakan pakaian dan sepatu yang aman dan nyaman untuk tubuh anda.

Dampak olahraga bagi penderita jantung koroner
Perlu anda ketahui bahwa olahraga bagi penderita penyakit jantung korokematian penderita penyakit jantung koroner waktu berolah raga sangatlah rendah. Di Amerika serikat, tercatat angka kematian pada saat berolah raga sebesar 1 berbanding 565.000 orang yang berolah raga setiap jamnya. Namun hal ini bergantung pada kondisi kesehatan jantung masing-masing penderita.

Beberapa penelitian menungkapkan bahwa kelompok orang dengan sedentary life style memiliki kemungkinan henti jantung atau cardiac arrest 56 kali lebih besar pada saat berolahraga dibandingkan dengan waktu orang tersebut tidak melakukan olah raga.  Akan tetapi pemirsa, resiko ini jauh berkurang apabila orang tersebut sebelumnya aktif berolah raga dimana hanya terdapat peningkatan risiko sebanyak 5 kali.

Nah, hal ini tentu saja tidak boleh menjadi alasan bagi anda untuk tidak berolahraga. Iya, secara keseluruhan  terdapat penurunan kemungkinan henti jantung pada kelompok yang aktif berolah raga sebesar 40% dibandingkan dengan kelompok orang yang tidak aktif berolah raga.

Intinya, olahraga adalah salah satu solusi terbaik untuk pencegahan penyakit degeneratif khususnya penyakit jantung koroner.  Akan tetapi pemirsa, olahraga juga mempunyai resiko untuk memicu timbulnya serangan jantung bagi para penderita penyakit jantung koroner, terutama untuk penderita yang sebelumnya menjalani hidup yang pasif atau sedentary life style. Olehnya, berkonsultasilah dengan dokter sebelum anda menyusun jadwal olahraga anda.

Perlu anda perhatikan pula manfaat dan dampak yang bisa saja anda dapatkan dari berolahraga, meskipun dari penellitian yang dilakukan di Universitas Harvard tampak bahwa olahraga memilki lebih banyak manfaat daripada kerugian, anda harus tetap memperhatikan ketepatannya. Yakni dengan cara bekerja sama dengan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Dari hal ini, maka tidak ada istilah “terlambat” untuk mengubah gaya hidup anda dengan berolah raga, meskipun tentunya harus dengan pengawasan yang lebih ketat dan konsultasi dokter secara rutin.

Nah, langkah terbaik bagi para pembaca yang budiman ialah memulai latihan sebelum penyakit jantung koroner menyerang anda. Di samping itu, cara hidup pasif harus anda hindari, plus dengan diet dan nutrisi yang seimbang. Jangan lupa untuk rutin dan teratur berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan kesehatan yang maksimal hingga tua nanti.

This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon