Apa Itu Penyakit Jantung Rematik, Gejalanya, dan Cara Mencegahnya?

Baiklah pemirsa, kali ini kami akan membahas tentang apa itu penyakit jantung rematik dan cara mengatasinya. Kami berusaha membuat artikel dengan isi terlengkap. Semoga apa yang kami tulis bisa member manfaat.

Baiklah kita mulai dari pertama…

A. Apa itu penyakit jantung rematik?
Ada 3 pengertian penyakit jantung rematik yang kami tulis
Source: Rematik.net
 
#1. Penyakit jantung rematik adalah penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada seluruh bagian jantung serta selaput jantung. Penyakit ini adalah komplikasi dari penyakit demam rematik yang pada umumnya selalu terjadi setelah anak atau remaja yang mengalami serangan demam rematik.

#2. Penyakit jantung rematik dalam istilah medis Rheumatic Heart Disease merupakan suatu kondisi dimana terjadi kerusakan berupa penyempitan atau kebocoran pada katup jantung, terutama katup mitral (stenosis katup mitral) sebagai akibat adanya gejala dari demam rematik.

#3. Penyakit Jantung Rematik atau dalam ilmu kedokteran disebut dengan istilah RHD atau Rheumatic Heart Disease yang merupakan salah satu bentuk dari penyakit jantung yang serius pada anak-anak dan remaja.
Fakta penyakit jantung rematik (oranye)
Nah, lalu apa itu penyakit demam rematik yang katanya menjadi gejala utama penyakit jantung rematik? Demam rematik adalah suatu peradangan yang timbul karena infeksi pada tenggorokan yang tidak diobati /ditangani dengan benar.

Nah, jika demam ini sampai meluas ke organ jantung, maka inilah penyakit jantung rematik. Dan apabila seorang anak atau remaja sampai terkena penyakit jantung rematik, maka dia akan cacat permanen pada organ jantungnya.

Lanjut, demam rematik ini sering terjadi pada anak yang berusia lima sampai lima belas tahun. Faktanya, jarang sekali ada kasus penyakit demam rematik yang terjadi pada anak di bawah umur 5 tahun maupun pada orang dewasa.

Apabila tidak ditangani secara benar dan tepat, maka penderita demam rematik akan sangat mungkin terkena serangan penyakit jantung rematik. Infeksi oleh kuman Streptococcus Beta Hemolyticus group A yang menyebabkan seseorang mengalami demam rematik dimana diawali terjadinya peradangan pada saluran tenggorokan. Hal ini dikarenakan pengobatan yang kurang terarah menyebabkan racun/toksik dari kuman ini menyebar melalui sirkulasi darah dan mengakibatkan peradangan katup jantung.

Kabar baiknya, saat ini kasus penyakit jantung rematik semakin berkurang dengan meluasnya penggunaan obat antibiotik yang sangat efektif untuk melawan bakteri streptococcus, bakteri penyebab penyakit demam rematik.

Baca juga: Berikut Daftar Obat Penyakit Jantung Pada Umumnya

B. Penyebab penyakit jantung rematik
Penyebab penyakit ini masih diperkirakan karena adanya reaksi autoimun/kekebalan tubuh yang disebabkan oleh demam rematik. Infeksi streptococcus β hemolitikus grup A pada tenggorok yang selalu mendahului terjadinya demam rematik, baik demam serangan pertama maupun demam serangan ulang.
Bakteri Strepcococcus

Lanjut, gangguan demam rematik menyebabkan terjadinya gangguan pada katup jantung yakni menyempitnya katup/ stenosis ataukah kebocoran katup /insufisiensi. Kedua kelainan ini akan menyebabkan gangguan aliran darah pada jantung. Inilah yang akan menjadi sangat berbahaya dan dapat membuat gagal jantung.

Nah, Berikut beberapa faktor penyebab terjadinya penyakit jantung rematik:

#1. Jenis kelamin
Faktanya, pada sebagian data menunjukkan bahwa penyakit demam rematik seringkali  terjadi pada anak perempuan. Akan tetapi data secara keseluruhan tidak menunjukkan adanya perbedaan jenis kelamin.

#2. Gizi
Bagaimana anda memperoleh makanan gizi seimbang dan sehat? Selain itu, pola hidup dan adanya riwayat penyakit lain belum bisa memastikan apakah termasuk faktor timbulnya demam rematik. Anak-anak yang sehat secara jasmani dan menjalani pola hidup sehat akan baik- baik saja.

#3. Ras dan etnik
Faktanya, di Benua Amerika, tepatnya Amerika bagian utara menunjukkan adanya keterkaitan antara ras dengan serangan penyakit demam rematik ini. Ternyatam penyakit ini terjadi secara berulang-ulang terjadi pada anak-anak kulit hitam. Akan tetapi data yang seperti ini harus diteliti lebih dalam lagi karena ada kemungkinan faktor lain yang menyebabkannya. Seperti lingkungan yang kurang sehat dan kondusif, jauh dari hidup bersih dan sehat dan lain sebagainya.

#4. Usia
Usia juga termasuk faktor predisposisi terhadap timbulnya demam rematik dan penyakit jantung rematik. Mengenai usianya, penyakit ini seringkali  terjadi pada anak yang berusia 5 sampai dengan 15 tahu dan paling sering terjadi pada anak yang berusia 8 tahun. Penyakit ini tidak ditemukan pada anak yang berusia 3 sampai 5 tahun.

Baca juga: Inilah Penyebab Penyakit Jantung, Gejala dan Cara Pencegahannya 

C. Gejala penyakit jantung rematik
Pada umumnya, penderita akan megalami banyak sekali gejala, nanti kami akan sebutkan satu persatu di bawah. Selain itu, gejala lainnya seperti nyeri perut, kehilangan berat badan, cepat lelah, dan yang paling umum terjadinya demam rematik.

Gejala paling umum penyakit ini adalah demam rematik. Demam rematik sendiri adalah suatu penyakit yang menyerang banyak sistem seperti otak, jantung, sendi  dan jaringan kulit. Gejala utama demam rematik bermacam- macam. Hal ini biasanya berlangsung satu sampai enam minggu setelah infeksi oleh Streptococcus.

Masih ada gejala lainnya. Apa saja?
a. Demam yang tinggi
b. Perasaan cepat lelah
c. Sesak napas karena adanya gangguan jantung
d. Rasa sakit pada bagian perut
e. Gerakan tangan yang tidak terkendali
f. Banyak benjolan kecil pada bagian bawah kulit
g. Nyeri sendi
h. Adanya bercak-bercak merah pada kulit
g. Berat badan turun
h. Radang sendi
I. Rasa nyeri pada dada
J. Tiba- tiba muncul ruam yang tidak terasa sakit dengan tepian yang tidak teratur dan agak menebal/menimbul

D. Cara mencegah penyakit jantung rematik
Demam rematik adalah gejala awal penyakit jantung rematik
Bagaimanapun juga mencegah jauh lebih baik daripada mengobati, itu yang sering dikatakan banyak ahli kesehatan bukan?  Cara mencegah yang paling efektif adalah dengan rajin membersihkan tempat tinggal. Hal ini karena bakteri pembawa penyakit demam rematik yang memicu terjadinya jantung rematik, berkembang di lingkungan yang tidak sehat.

Selain itu, berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat juga harus  anda lakukan untuk menjaga tingkat kekebalan tubuh. Menghindari rokok serta memakai masker di udara berdebu sangat baik untuk anda lakukan. Anda juga sebaiknya berhati-hati juga saat terjadi perubahan cuaca ekstrem karena waktu tersebut biasanya bakteri Streptococcus muali menginfeksi.

Seperti yang dibahas di atas bahwasanya gejala awal penyakit jantung rematik ditandai adanya demam rematik. Tentunya untuk mencegah jantung rematik, maka yang menjadi perhatian utama anda adalah jangan sampai terkena demam rematik yang disebabkan oleh bakteri strepcococcus.
Nah, beberapa faktor yang dapat membuat seseorang terjangkit kuman tersebut. Seperti keadaan lingkungan dan tempat tinggal yang buruk. Perubahan cuaca juga menjadi faktor penyebab bakteri streptokokkus bisa menyerang.

Bagi mereka yang terkena bakteri Streptococcus akan mengalami demam rematik. Olehnya itu penderita demam rematik sebaiknya diterapi secara maksimal. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya kemungkinan serangan kedua kalinya, bahkan menyebabkan penyakit jantung rematik.
Salah satu cara terbaik untuk mencegah penyakit jantung rematik yakni dengan member obat antibiotik yang sesuai dengan resep dokter. Hal ini bertujuan  untuk menghambat/ menghentikan perkembangan penyakit demam rematik.

Pencegahan sebaiknya anda lakukan dengan cara memberi antibiotik dalam waktu yang lama. Pencegahan ini bertujuan untuk meringankan gejala/ mencegah kerusakan pada jantung dan mencegah terjadinya penyakit jantung rematik.

Namun, jantung yang sudah terkena akan sangat sulit untuk kembali seperti semula. Gejala yang biasanya terjadi pada tahap ini adalah kelelahan terus-menerus dan napas yang pendek. Di samping itu, stroke dan gagal jantung merupakan sebagian komplikasi lain yang dapat ditimbulkan akibat penyakit demam rematik. Bahaya nih…

Nah, bagi anda yang memiliki riwayat penyakit demam rematik, anda harus lebih berhati- hati. Karena anda akan  lebih rentan terhadap serangan yang terjadi kapan saja dan kerusakan jantung. Olehnya itu, sebaiknya anda yang pernah terkena demam rematik tetap meminum antibiotik sesuai resep dokter.

E. Cara mengobati peyakit jantung rematik
Jika setelah diagnosa penyakit jantung rematik anda lakukan dan hasilnya masih terdapat infeksi oleh bakteri Streptococcus, maka saatnya untuk mengobati penyakit anda dengan memberikan antibiotika dan anti radang. Misalnya,  pemberian obat antibiotika penicillin secara oral atau benzathine penicillin G. Khusus penderita yang alergi terhadap kedua obat tersebut, alternatif lainnya adalah erythromycin atau golongan cephalosporin. Sedangkan anti radang yang diberikan adalah Cortisone dan Aspirin.

Cara lain untuk mengobati sakit jantung rematik yakni dengan menggunakan pengobatan alternatif. Penggunaan obat herbal untuk mengatasi jantung rematik biasanya paling sering digunakan karena tingkat keberhasilannya yang sangat tinggi. Wah, boleh dicoba nihh…

Sebaiknya, penderita jantung rematik menjalani rawat inap di rumah sakit. Di samping itu tim medis akan berpikir tentang cara menangani kemungkinan adanya komplikasi seperti gagal jantung, endokarditis bakteri atau trombo-emboli. Penderita akan diberikan makanan bergizi tinggi yang mengandung cukup vitamin.

Jika kondisi jantung rematik semakin memburuk, pilihan terakhir adalah dengan melakukan operasi. Cara terakhir mau tidak mau harus anda lakukan agar jiwa bisa terselamatkan, meski biayanya sangat mahal.

Demikian artikel kami kali ini yang membahas tentang penyakit jantung rematik. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih dan salam sukses!!!

8 komentar

Penyakit yang berbahaya. Dan Info yang sangat bermanfaat. Makasih banyak mas

Thanks banget infonya yang cukup lengkap, serta di ikuti beberapa solusi...Nice

jaga jaga buat ane gan... btw makasih infonya gan.,.

apakah seseorang yang berusia 17 tahun bisa mengalami hal itu? Artikelnya bagus btw

info yg menarik menambah wawasan gan

Bisa saja, karena usia 17 masih terbilang remaja. Hanya saja kasusnya jarang terjadi. Yang paling rentan adalah 5 - 15 tahun.

Info kesehatan yg berguna sekali ini, thanks gan.

Saya baru tahu ada penyakit Jantung Rematik, terimakasih infonya amat bermanfaat. Terimakasih juga sudah berkunjung ke blog saya anitanet.staff.ipb.ac.id


EmoticonEmoticon