Info Terbaru!! Berikut Daftar Obat Penyakit Jantung Pada Umumnya!!

Obat penyakit jantung- Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Namun, jika anda tidak sempat mengantisipasi/ mecegah penyakit jantung tersebut, maka satu - satunya jalan ialah mengobatinya. Nah, olehnya itu sekarang kita akan membahas daftar obat penyakit jantung pada umumnya.

Jika anda mengalami riwayat penyakit jantung, dokter mungkin sudah meresepkan obat-obatan yang perlu anda konsumsi dalam jangka waktu tertentu. Obat-obatan ini dapat membantu anda meningkatkan aliran darah ke jantung anda, mencegah penggumpalan darah, dan mengurangi risiko mengalami lebih banyak masalah jantung di masa yang akan datang.
Obat penyakit jantung
Penyakit jantung, atau penyakit kardiovaskular, mencakup berbagai kondisi, termasuk penyakit pembuluh darah seperti penyakit arteri koroner, masalah dengan irama jantung (aritmia) dan cacat jantung bawaan, menurut Mayo Clinic.

Namun, sebelum anda masuk, ada baiknya anda membaca:

Inilah Penyebab Penyakit Jantung, Gejala dan Cara Pencegahannya 
Di bawah ini anda  akan menemukan gambaran umum tentang obat-obatan yang biasanya diresepkan untuk mengobati serangan jantung dan informasi tentang manfaat, risiko dan efek sampingnya. Jika anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang obat yang anda minum, pastikan untuk meminta informasi lebih lanjut ke dokter pribadi anda.

1. ACE Inhibitor

ACE inhibitor adalah obat yang dapat membantu jika jantung Anda tidak memompa darah dengan baik. Jenis obat ini meningkatkan aliran darah dengan membantu membuka (melebarkan) arteri Anda dan menurunkan tekanan darah.

Jika menderita ACS, dokter Anda mungkin menggunakan inhibitor ACE sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain, seperti diuretik atau beta blocker.

Efek samping
Biasanya tidak menimbulkan efek samping yang serius. Efek samping yang paling umum adalah batuk kering. Efek samping yang lebih jarang terjadi antara lain pusing, berkurangnya nafsu makan, kelelahan (feeling out of energy), masalah pada ginjal dan peningkatan kadar potassium dalam darah.

Resiko
Karena ACE inhibitor bisa menyebabkan cacat lahir, wanita hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi obat jenis ini.

Dalam kasus yang jarang terjadi, inhibitor ACE dapat menyebabkan reaksi alergi yang serius (disebut reaksi anafilaksis) yang menyebabkan pembengkakan pada area tertentu di tubuh. Reaksi ini lebih sering terjadi pada orang kulit hitam dan orang yang merokok. Hal itu bisa mengancam nyawa. Anda harus segera mendapat perawatan medis jika mengalami pembengkakan setelah menggunakan inhibitor ACE.

2. Aspirin

Dokter mungkin ingin Anda minum aspirin dosis rendah setiap hari. Aspirin membantu menjaga darah agar tidak membentuk gumpalan darah. Bekuan darah bisa menyumbat arteri yang membawa darah dan oksigen ke jantung (disebut arteri koroner). Penyumbatan di arteri koroner meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.

Efek samping 
Efek samping aspirin yang umum termasuk mual dan sakit perut. Beberapa orang merasa gugup atau mengalami kesulitan tidur saat mengonsumsi aspirin. Hubungi dokter Anda jika gejalanya parah.

Resiko 
Aspirin dapat meningkatkan risiko sakit maag dan pendarahan gastrointestinal (pendarahan di perut dan usus). Dokter biasanya meresepkan aspirin dosis rendah (antara 81 mg per hari dan 162 mg per hari) untuk orang-orang yang menderita ACS. Dosis rendah memberikan manfaat yang sama dengan dosis yang lebih tinggi, dengan risiko perdarahan internal lebih rendah.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat terapi aspirin. Dia akan meresepkan dosis aspirin yang tepat untuk Anda dan memberi tahu Anda bagaimana cara mendapatkannya.

3. Beta blocker

Beta blocker adalah kelompok obat-obatan yang bisa menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Obat ini juga membantu memperbaiki aliran darah ke jantung, mengurangi nyeri dada dan mencegah lebih banyak kerusakan pada jantung.

Jika Anda mengalami serangan jantung, dokter mungkin meresepkan beta blocker. Dia mungkin ingin Anda menggunakan beta blocker sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain, seperti diuretik atau ACE inhibitor.

Efek samping 
Efek samping beta blocker cenderung ringan. Efek samping yang umum termasuk tangan menjadi dingin, kelelahan, pusing dan lemas. Efek sampingyang biasanya tidak umum termasuk sesak napas, sulit tidur, depresi dan dorongan seksual menurun.

Resiko 
Beta blocker tidak dianjurkan untuk penderita asma. Jenis obat ini bisa memicu serangan asma berat.

Berhenti mengkonsumsi beta blocker secara tiba-tiba akan meningkatkan risiko masalah jantung. Jika Anda perlu berhenti memakai beta blocker, penting untuk berhenti secara bertahap, sesuai instruksi dokter.

4. Obat antiplatelet

Obat antiplatelet kadang diresepkan bersamaan dengan terapi aspirin. Obat jenis ini membantu mencegah pembekuan darah dengan tidak membiarkan sel tertentu di dalam darah (disebut trombosit) berkumpul bersama. Hal ini mengurangi risiko penyumbatan di arteri koroner yang bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Efek samping 
Beberapa efek samping yang umum dari obat antiplatelet meliputi mual, sakit perut, diare, gatal dan ruam. Bicaralah dengan dokter Anda jika mengalami efek samping saat minum obat ini.

Resiko 
Karena obat antiplatelet mencegah penggumpalan darah, ini bisa meningkatkan risiko pendarahan serius pada beberapa orang.

5. Diuretik

Diuretik (juga disebut pil air) membantu tubuh menyingkirkan sodium ekstra (garam) dan cairan. Obat jenis ini menurunkan tekanan darah Anda dengan mengurangi jumlah cairan yang mengalir melalui pembuluh darah Anda.

Diuretik sangat umum diresepkan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Jenis obat ini kadang-kadang digunakan dalam kombinasi dengan beta blocker dan ACE inhibitor.

Efek samping 
Efek samping yang umum dari diuretik meliputi peningkatan buang air kecil, meningkatnya rasa haus, kelelahan, kram otot dan tekanan darah rendah. Efek samping yang kurang umum termasuk peningkatan gula darah, peningkatan kolesterol, menstruasi tidak teratur pada wanita dan impotensi pada pria.

Resiko 
Orang yang mengkonsumsi diuretik bisa memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit kalium dalam darahnya, tergantung pada jenis diuretik yang mereka minum.

Baca juga: Bagaiamana cara mengobati penyakit jantung

6. Statin

Statin
Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, dokter mungkin memberi resep statin. Statin adalah kelompok obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol "jahat" (juga disebut LDL, atau low-density lipoprotein). Statin juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol "baik" (juga disebut HDL, atau high-density lipoprotein).

Kebanyakan orang yang memakai statin akan mengkonsumsi obat jenis ini selama sisa hidup mereka.

Efek samping 
Nyeri otot adalah efek samping statin yang paling umum. Rasa sakit bisa ringan atau parah. Efek samping yang kurang umum termasuk mual, diare, gas dan konstipasi. Orang yang mengonsumsi statin juga bisa mengalami ruam. Efek samping ini lebih sering terjadi bila statin dikonsumsi bersamaan dengan obat lain yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol (disebut niasin).

Anda berisiko tinggi terkena efek samping dari statin jika Anda:

Wanita
Usia 65 tahun atau lebih.
Memiliki penyakit hati atau ginjal.
Memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2.
Memakan beberapa jenis obat-obatan secara bersama-samaan.

Beberapa orang mungkin merasa khawatir dengan efek samping yang disebabkan oleh statin. Namun, efek sampingnya biasanya tidak mengancam jiwa. Dokter Anda dapat membantu menemukan cara untuk mengatasinya. Jika Anda khawatir dengan efek samping, bicarakan dengan dokter pribadi Anda tentang risiko dan manfaat mengkonsumsi statin.

Resiko 
Pada beberapa orang, statin dapat menyebabkan kerusakan hati.

7. Captopril 

Obat ini berungsi untuk menurunkan produksi hormon agiotonsin tubuh anda guna membuat dinding pembuluh darah menjadi rileks, meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung sehingga tekanan darah menjadi turun. Dalam hal ini, anda harus mengikuti resep dokter. 

8. Nitroglycerin atau Glyceryl Trinitrate 

Fungsi obat ini yaitu melebarkan pembuluh darah khususnya arteri koroner sekaligus meredakan nyeri pada dada. Obat ini juga biasa diberikan kepada orang untuk mengurangi serangan angina pektoris/ ketidaknyamanan pada dada akibat penyumbatan pemburluh darah arteri koroner. 

Ada baiknya mencegah lebih baik dari pada mengobati, jaga selalu kesehatan anda dan konsumsilah makanan yang menyehatkan. Tetap sehat.!!!

9. Digoxin 

Jenis obat ini adalah dedaunan yang digunakan untuk memperkuat kinerja jantung. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi masalah dengan jantung yang berkaitan dengan ritme jantung dan masalah gagal jantung kongestif yang membantu memperlancar sikulasi peredaran darah. Obat ini biasanya untuk mengatasi aritmia yang bertujuan untuk memperlambat detak jantung hingga kembali normal. 

10. Anti-hipertensi dan obat diabetes

Sebelumnya, anda harus memastikan bahwa obat anti-hipertensi dan obat diabetes ini sesuai dengan aturan dan memberikan efek samping yang baik. Nah, namun setelah mengoonsumsi obat tersebut dan tidak ada perubahan pada konsdisi anda, justru penyakit jantung anda bertambah parah, sebaiknya segera periksakan dan konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.  

11. Ivabradine

Khusus bagi penderita penyakit jantung yang tidak dapat mengkonsumsi obat jantung beta-blockers contohnya karena alasan mengidap infeksi paru-paru, maka obat ini bisa menjadi alternatifnya untuk meringankan beban organ jantung dengan cara menurunkan laju dari denyut jantungnya.

Nah, intinya pemirsa, jadilah konsumen yang cerdas, periksalah zat dan kandungan dari makanan dan obat yang anda ingin konsumsi. Yang satu ini sangatlah penting guna mencegah hal- hal yang tidak anda inginkan dan mempercepat penyembuhan penyakit jantung anda.

Dan yang terakhir, semoga anda bisa cepat sembuh dari penyakit anda. Kami harap dari apa yang anda baca, anda bisa memperoleh banyak manfaat dan berguna bagi anda semua. Terima kasih banyak dan salam sukses dan sehat semua.


EmoticonEmoticon