Patofisiologi Penyakit Jantung Iskemik yang Harus Anda Tahu!

Patofisiologi Penyakit Jantung Iskemik yang Harus Anda Tahu! - Penyakit jantung ini bisa terjadi disebabkan permintaan oksigen jantung yang melebihi kemampuan arteri koronaria. Hal ini dikarenakan aterosklerosis. Apabila kebutuhan oksigen jantung anda tidak terpenuhi dari penyaringan maksimum, maka aliran darah koronaria akan meningkat melalui vasodilatasi dan peningkatan darah tersebut di atas rata-rata.

Gejala penyakit jantung iskemik

  • Tahap awal, dalam hal ini tidak ada gejala berarti yang tampak 
  • Tahap lanjut dimana terjadi Angina Pectoris yakni rasa panas dan berat pada dada dan kemudian menyebar ke lengan kiri, leher dan pundak, serta napas berbunyi.
  • Keringat dingin, jantung berdebar, sesak napas dan meningkatnya tekanan vena jugularis.
Patofisiologi Penyakit Jantung Iskemik

Faktor resiko

#1. Faktor yang dapat dimodifikasi:
a. Peningkatan serum lemak
b. Hipertensi
c. Merokok
d. Obesitas
e. Peningkatan serum kolesterol
f. Stress dalam kehidupan sehari-hari
g. Kurang olahraga
h. Hiperurisemia
i. Penggunaan obat tertentu : progestins, kortikosteroid, dan cyclosporin.

#2. Faktor yang tidak dapat dimodifikasi
a. Faktor genetik: CAD, diabetes, hipertensi, aterosklerosis.
b. Faktor usia: Paling banyak terjadi pada usia 65 tahun ke atas.
c. Faktor genre: Wanita lebih berpotensi karena dipandang dari faktor stress dimana terjadi peningkatan tekanan darah dan penggunaan obat KB.
d. Faktor ras dan herediter

Baca juga: 

Faktor pemercepat

Berikut faktor pemercepat terjadinya penyakit jantung iskemik dan nyeri angina yakni :

1. Olahraga dengan penggunaan peningkatan HR (Heart Rate)
Meningkatnya HR dapat mengurangi waktu jantung dalam mengeluarkan diastole yang dimana merupakan waktu aliran darah koronaria yang paling besar.

2. Emosi tinggi
Emosi yang tinggi dapat menanggung sistem saraf simpatis dan meningkatkan kerja jantung.

3. Makanan yang susah dicerna
Hal ini dapat meningkatkan kerja jantung dalam proses pencernaan. Dalam hal ini, darah akan dialirkan ke sistem GI dan menyebabkan aliran darah di arteri coronaria menjadi rendah.
        
4. Suhu yang ekstrem
Suhu yang tidak menentu dalam hal ini tidak panas maupun dingin dapat meningkatkan kerja jantung. Udara yang dingin akan meningkatkan metabolisme dalam mempertahankan pengaturan suhu dalam tubuh.

5. Merokok 
Kalau yang satu ini siapa yang tidak tahu. Merokok dapat menyebabkan vasokontriksi dan peningkatan Hb karena stimulasi nikotin dari katekolamin.

6. Kegiatan sexual
Yang satu ini dapat meningkatkan kerja jantung dan pengaturan simpatik pada seorang yang terkena penyakit jantung iskemik. Kerja dari jantung menjadi lebih keras dan extra yang mana dapat menyebabkan angina.

7. Obat perangsang 
Obat perangsang seperti cocaine yang ternyata juga dapat menyebabkan peningkatan HR (Heart Rate) dan kebutuhan oksigen di jantung meningkat.


EmoticonEmoticon